DUA BATU KERIKIL

20130523-004304.jpg
Yosua 1:8 – Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung
1 Raja-Raja 4:29 – Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut,

Beberapa tahun silam di sebuah desa, ada seorang petani yang terlilit hutang cukup banyak kepada seorang lintah darat. Karena si petani tidak sanggup membayar hutangnya, maka lintah darat memberikan tawaran kepada petani, “Jika engkau mau menyerahkan anak gadismu menjadi istriku, maka hutangmu kuanggap lunas.” Baik petani maupun anak gadisnya ketakutan mendengar tawaran yang diberikan si lintah darat.
Lintah darat berkata bahwa dia akan menaruh dua batu kerikil di dalam sebuah tas, yang satu waerna hitam dan yang lain warnah putih. Kemudian anak gadis petani harus mengambil salah satu batu dari dalam tas. Jika ia mengambil batu hitam maka ia akan menjadi istri lintah darat dan hutang ayahnya dianggap lunas. Tetapi jika ia mengambil batu putih, ia tidak perluh menikah dengan si lintah darat dan hutang ayahnya akan tetap dianggap lunas. Kalau ia menolak mengambil salah satu batu, ayahnya akan masuk penjara.
Mereka bertiga berdiri diatas hamparan batu-batu kerikil dekat ladang si petani. Sementara itu, si lintah darat beranjak untuk mengambil mengambil dua buah batu kerikil. Anak gadis petani memperhatikan bahwa batu yang diambil si lintah darat keduanya berwarna hitam. Setelah memasukan kedua batu kedalam tas, ia menyuruh si gadis mengambil sala satu batu. Bayangkan jika Anda adalah anak gadis petani itu, apa yang akan Anda lakukan? Ada tiga kemungkinan yang bisa dilakukan anak gadis tersebut, menolak mengambil batu, mengatakan secara terang-terangan kecurangan si lintah darat, atau mengambil batu hitam dan menjadi istri lintah darat, dan hutang ayahnya lunas. Tetapi si gadis mengambil salah satu batu dan sengaja menjatuhkannya diatas hamparan batu-batu lainnya, sehingga sulit menentukan batu warna apa yang telah diambilnya. “Maaf aku lalai. Tetapi dengan melihat batu warnah apa yang ada didalam tas, maka dapat dipastikan batu warnah apa yang aku ambil.” Katanya. Singkat cerita, ia tidak jadi menikah dengan lintah darat dan hutang ayahnya pun lunas.

Kisah diatas merupakan sebuah contoh yang membedahkan dua pola berpikir, yaitu pola berfikir vertikal dan pola berfikir lateral. Pola berfikir vertikal dikenal juga dengan pola berfikir logis konvensional dan inilah yang umum dikenal, dimana berdasarkan fakta yang ada seorang akan berfikir tahap demi tahap untuk menemukan pemecahan masalah yang masuk akal. Sedangkan pola berfikir lateral tetap dengan fakta yang sama, namun dengan cara pandang yang berbeda, keluar dari cara berfikir yang biasa-biasa. Misalnya, dengan melihat pemecahan kepada hasilnya terlebih dahulu, dan bukan kepada masalahnya, lalu dicari pemecahan dengan cara berfikir kreatif.
Untuk meraih kemenangan dalam menjalani kehidupan yang sulit, kita perlu berfikir secara kreatif. Namun yang lebih penting dari semuanya, mintahlah hikmat dari Tuhan!

DOA: Bapa aku senantiasa membutuhkan hikmatMu yang akan menjauhkan aku dari keputusan maupun tindakan yang gegabah. Dalam nama Tuhan Yesus aku memohon. Amin.

DENGAN HIKMAT TUHAN DAN CARA BERFIKIR KREATIF, ANDA DAPAT MENGATASI KESULITAN HIDUP DENGAN KEMENANGAN.

Manna Sorgawi – Kamis 18 Maret 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s